Prof. DR. Syafiq A. Mughni MA.
Sejak perang dingin berakhir seiring dengan bubarnya Uni Soviet pada 1991, Amerika Serikat menjadi negara adidaya tunggal. Sementara itu Rusia, pasca Uni Soviet, menjadi negara yang "minder" di pergaulan internasional karena banyak masalah dalam negeri yang muncul.
Kini, sendi-sendi Islam di negeri "beruang merah" itu menggeliat dan menjadi energi positif untuk Eropa Timur. Pascabubarnya Uni Soviet, Islam menjadi agama kedua terbesar di Rusia, yakni sekitar 20 juta jiwa atau 15 persen dari 142 juta.
Syafiq A. Mughni, 26-27 Juni lalu, mewakili Indonesia dalam Konferensi Umat Islam Dunia bertajuk "Russia and the Islamic World: Convergence of Various Mazahib in Islam". Acara itu diselenggarakan di Hotel Izmailovo, Moskow, Rusia. Membahas secara komprehensif persiapan dunia Islam dan Rusia untuk membangun peradaban dan menjadi kiblat alternatif dunia, setelah AS.
Dalam lawatan itu, Ketua PWM Jatim ini banyak menemukan kondisi Rusia yang begitu berbeda. Masyarakat Rusia berhasil mengubur Komunisme yang sudah menyengsarakan Rusia selama 70 tahun itu. "Kini, umat Islam seolah menjadi pemompa denyut nadi Rusia untuk bangkit kembali," katanya. Tiga pekan lalu, Syafiq A. Mughni menerima MZ Abidin dari MATAN, di kantor Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur. Berikut petikan wawancaranya:
Menegakkan dan Menjunjung Tinggi Agama Islam terwujud Masyarakat Islam yang Sebenar-benarnya.
Showing posts with label Wawancara. Show all posts
Showing posts with label Wawancara. Show all posts
Sunday, September 5, 2010
Subscribe to:
Posts (Atom)
