Showing posts with label Berita. Show all posts
Showing posts with label Berita. Show all posts

Tuesday, June 28, 2011

Muhammadiyah Jatim: Awal Ramadhan 1 Agustus 2011

REPUBLIKA.CO.ID,SURABAYA--Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur memastikan awal Ramadhan 1432 Hijriah bertepatan dengan 1 Agustus 2011.

"Itu hasil musyawarah ahli hisab Majelis Tarjih PWM di kantor PWM Jatim," kata Sekretaris PWM Jatim H Nadjib Hamid di Surabaya, Senin.

Menurut dia, keputusan itu didasarkan pada hasil perhitungan dengan sistem hisab hakiki yang dilakukan tim dari markas Majelis Tarjih Tanjung Kodok, Lamongan.

"Hasil hitung Majelis Tarjih PWM menunjukkan bahwa ijtimak akhir 29 Sya'ban 1432 Hijriah akan terjadi pada 31 Juli 2011 pukul 01.39.42 WIB sampai pada pukul 01.41.09 WIB," katanya.

Pada saat itu, jelasnya, matahari terbenam akan terjadi pada pukul 17.31.51 WIB dengan "hilal" (rembulan usia muda sebagai pertanda awal bulan/kalender) akan terlihat 7 derajat selama 7 menit 36 detik hingga 16 menit.

"Dengan tampaknya hilal ini, kesimpulannya pada hari Senin tanggal 1 Agustus 2011 itu sudah merupakan awal Ramadhan untuk memulai puasa," katanya.

Sementara itu, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur memprediksi awal Ramadhan 1432 Hijriah akan datang dalam waktu bersamaan yakni 1 Agustus 2011.

"Tapi, awal Syawal 1432 H (Hari Raya Idul Fitri) ada kemungkinan tidak bisa bersamaan, karena ketinggian hilal (rembulan muda) di bawah dua derajat," kata Ketua Lajnah Falakiyah PWNU Jatim Dr H Abd Salam Nawawi, MAg.

Didampingi Wakil Ketua PWNU Jatim HM Sholeh Hayat kepada ANTARA di Surabaya, Minggu (19/6) pekan lalu, ia menjelaskan, kalender/almanak PWNU Jatim mencatat ijtimak terjadi pada 31 Juli 2011 pukul 01.41 WIB dengan tinggi hilal hakiki mencapai 7 derajat 5 menit 50,2 detik.

"Jadi, awal Ramadhan 1432 Hijriah kemungkinan akan bersamaan, karena tinggi hilal di atas dua derajat, sehingga puasa Ramadhan bersamaan yang dimulai pada 1 Agustus 2011," katanya.
Namun, katanya, ijtimak untuk awal Syawal 1432 H terjadi pada 29 Agustus 2011 pukul 10.05 WIB dengan tinggi hilal hakiki 1 derajat 57 menit 45,08 detik.

"Karena tinggi hilal tidak mencapai dua derajat, maka kemungkinan akan terjadi perbedaan yakni ada yang ber-Idul Fitri pada 30 Agustus dan ada pula tanggal 31 Agustus," katanya.
Kendati melakukan hisab, PWNU Jatim akan memprioritaskan metode "rukyatul hilal" (melihat rembulan dengan kasat mata pada akhir Sya'ban) pada 30 Juli 2011 atau 30 Sya'ban 1432 Hijriah.

PWNU Jatim biasanya melakukan "rukyatul hilal" pada 9-11 lokasi rukyat di seluruh Jatim, kemudian hasilnya dilaporkan ke PBNU untuk bahan Sidang Isbat di Kementerian Agama bersama organisasi kemasyarakatan lainnya.

Lokasi "rukyatul hilal" antara lain Bukit Condro Dipo, Gresik; Tanjung Kodok, Lamongan; Menara Mesjid Al-Akbar, Surabaya; Pantai Ngeliyep, Malang; Pantai Serang, Blitar.

Sumber:
Republika Online
www dot republika dot co dot id /berita/dunia-islam/islam-nusantara/11/06/27/lngafj-muhammadiyah-jatimawal-ramadhan-1-agustus-2011

Tuesday, March 15, 2011

Pakde Karwo dan Pak Din Beradu Pantun

Surabaya - Gubernur Jawa Timur (Jatim) Soekarwo dan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin bertemu dalam pelantikan pengurus PW Muhammadiyah (PWM) Jatim yang diketuai Thohir Luth, Sabtu (12/3/2011). Pelantikan juga dilakukan untuk pengurus PW Aisyiyah, Pemuda Muhammadiyah, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Jatim.

\Dalam kesempatan memberikan pidatonya di kantor PWM Jatim, Jl Kertomenanggal Surabaya, Pakde Karwo, panggilan Soekarwo, melemparkan sebuah parikan yang ditujukan kepada Din dan umat Muhammadiyah. "Anak sekolah minum es tumpah ke baju, semoga Muhammadiyah makin sukses dan maju," ujar gubernur yang disambut tawa undangan yang hadir.

Din pun tak mau kalah dengan pantun gubernur itu. Dia membalas sebuah parikan singkat, "Pakde Karwo berkumis lebat, Jawa Timur memang hebat." Gubernur menitipkan pesan kepada Muhammadiyah sebagai mitra pemprov bisa bersinergi untuk bisa menjadikan Jatim berkualitas dan berperan penting sebagai basis keagamaan, basis spiritual dan basis manajemen. "Muhammadiyah harus menciptakan ide-ide kreatif agar bersama masyarakat menjaga stabilitas di berbagai bidang atau lini kehidupan," tuturnya.

Pakde Karwo mengaku gelisah saat ini bahwa 13 tahun sejak era reformasi 1998 digulirkan, politik transaksional dan tsunami liberalisme terjadi di Indonesia. Politik semakin jauh dengan jiwa reformasi. "Tsunami tidak hanya terjadi di Jepang, di Indonesia ada tsunami liberalisme. Yang mempunyai modal kuat dan bisa membeli saja yang dapat, tapi yang benar-benar membutuhkan belum tentu mendapatkan. Muhammadiyah harus bisa memberikan pencerahan bagi bangsa ini," keluhnya.

Din setuju atas pernyataan Pakde Karwo bahwa telah terjadi tsunami liberalisme di Indonesia. Untuk itu, Muhammadiyah siap menjawab tantangan bangsa menjadi pencerah dan penggerah demi perbaika bangsa. "Butuh perbaikan di setiap level pemerintahan. Muhammadiyah selama ini telah menjadi penggerak," imbuhnya.

Sementara itu pelantikan pengurus PW IPM Jatim dilantik oleh Ketua PP IPM, Nasrullah. Para pengurus IPM yang dilantik ini ialah hasil Musywil IPM Jatim Desember tahun lalu.

Sumber:
Website IPM
http://ipm.or.id/index.php?option=com_content&view=article&id=561%3Apakde-karwo-dan-din-beradu-pantun&catid=30%3Aberita&Itemid=67

Thursday, March 10, 2011

KH. Abdullah Wasi’an, Sampai Lanjut Usia Tetap Semangat Berdakwah

Surabaya (SI ONLINE)-“Innalillahi wa Inna Illaihi Roji’un. Beliau, almarhum, sampai usia lanjut tetap semangat, serius dan energik dalam berdakwah dan menularkan ilmu perbandingan agama. Kita semua melihat dan merasakan, melalui dakwahnya, tidak henti-hentinya berupaya mempersiapkan pengganti, penerus bahkan barisan untuk menghadapi ancaman gerak Kristenisasi.,”

ungkap Drs. H. Muhammad Mansyur, aktivis Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) tinggal di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, seketika setelah mendapat khabar wafatnya KH. Abdullah Wasi’an, (Rabu 16 Februari 2011) lalu.

Pesan pendek (SMS) yang beredar mengkhabarkan wafatnya KH. Abdullah Wasi’an, dari para sahabat yang tinggal di Surabaya Yogyakarta bahkan Jakarta rata-rata senada; Kecuali menyebut waktu wafat setelah masuk waktu Dhuhur sekitar Pk 12.00 Rabu (16 Februari 2011), juga diantaranya menyebut; Almarhum adalah guru dan benteng Islam dari gerakkan Kristenisasi.

Drs. H. Muhammad Mansyur membenarkan, penguasaan Almarhum pada ilmu perbandingan agama sangat mengagumkan. Ilmu semua agama resmi di Indonesia, terutama Kristologi, sangat dikuasai bahkan agaknya lebih dari rata-rata orang yang beragama Kristen itu sendiri.

Disebut sebagai benteng Islam, jika melihat fisik Almarhum yang sudah renta, memang kedengaran seperti berlebihan. Tapi jika dilihat dari penguasaan ilmu perbandingan agama, dan semangat yang menjadikan tetap energik dalam berdakwah menularkan ilmu, menyebut Almarhum sebagai benteng Islam dari gerakkan Kristenisasi, adalah tidak berlebihan.

Dalam usia yang sudah lanjut, dengan fisik yang sudah sangat renta, KH. Abdullah Wasi’an masih mampu berdiri berjam-jam di mimbar. Tutur katanya santun, cenderung datar tidak meletup-letup seperti Almarhum KH. Bey Arifin, pendahulunya. Namun, yang disampaikan runtut, menjadikan yang mengikuti ceramahnya “betah” dari awal hingga akhir Almarhum turun dari mimbar.

Tidak dapat dilupakan, di Jawa Timur, pernah dikenal ada “Trio Mubaligh Masyumi” yaitu terdiri Almarhum KH. Misbach (Ketua Masyumi Jawa Timur, yang kemudian sebagai Ketua Perwakilan DDII dan Ketua Majelis Ulama Indonesia, di wilayah yang sama), kemudian Almarhum AW. Sujoso (aktivis Masyumi) dan Almarhum Anwar Zein (aktivis Masyumi yang kemudian menjabat Ketua Muhammadiyah Jawa Timur). Disamping itu, masih ada Almarhum Saleh Umar Bayasut dan Prof dr. HR. Daldiri Mangoendiwiryo, yang senantiasa memperkuat gerak dan langkah Trio ini.

Trio Masyumi, dalam setiap dakwahnya senantiasa memberi perlawanan pada faham komunis. Hingga komunis tidak ada di bumi Indonesia, namun diingatkan, fahamnya atheis tidak sama sekali mati. Menyusup ke berabagai wadah dengan mengenakan berbagai baju dan penutup, hingga semakin sulit untuk menghadapi, dan menuntut perhatian dan kewaspadaan ummat Islam secara serius.

Almarhum KH. Abdullah Wasi’an, tidak pernah jauh-jauh dari Trio Masyumi. Terlebih ketika Trio ini, melihat gerak kristenisasi senantiasa menjadi ancaman serius bagi masa depan Islam. KH. Misbach, memimpin perwakilan DDII ---yayasan yang didirikan Allahyarham Mohammad Natsir--- memiliki data akurat kegiatan Kristenisasi, yang rapi terencana baik di tingkat daerah, nasional maupun internasional.

Dari Masjid Al Falah

KH. Misbach, setelah berhenti sebagai Kepala Kantor Agama Propinsi Jawa Timur, terpilih sebagai penasihat Yayasan Masjid Al Falah. Masjid yang berdiri di jantung kota Surabaya sejak awal dasawarsa 1970-an. Dari masjid ini dibangun basis untuk memberi perlawanan terhadap gerak Kritenisasi.

KH. Abdullah Wasi’an, pernah bersama KH. Misbach di Kantor Agama Propinsi Jawa Timur, ditarik masuk dalam jajaran perlawanan terhadap gerak Kristenisasi ini. Di masjid Al Falah sejak tahun 1974, KH. Abdullah Wasi’an mendapat tugas memberi ceramah perbandingan agama di setiap usai Shalat Shubuh dan Maghrib.

Pengajian perbandingan agama di masjid Al Falah, segera menjadi pengajian yang sangat menarik perhatian. Tidak sedikit mubaligh di Surabaya dan daerah-daerah lain di Jawa Timur berdatangan bergabung, hingga membentuk Ikatan Mubaligh Muqoronatul-Adyaan (IMMA) yang kemudian berlanjut dengan berdirinya Kelompok Study Pemantapan Akidah (KSPA).

Dimulai dari masjid Al Falah, ilmu perbandingan agama bersumber dari Ustadz KH. Abdullah Wasi’an dengan cepat “menular” ke berbagai kota di Nusantara. Di antaranya Medan, Pekanbaru, Bukittinggi, Palembang, Lampung, Ujung Pandang (Makasar), Mataram, Ende/Flores dan di hamper semua kota di Jawa. Bahkan Jakarta, sering menjadi kota kunjungan mubaligh perbandingan agama dari Jawa Timur.

Dalam berbagai kesempatan, KH. Abdullah Wasi’an menunjuk ancaman Kritenisasi merupakan penderitaan bagi umat Muslim. Disitir Surat At Taubah (ayat 128); “Sesungguhnya sudah datang seorang Rasul, memiliki sifat prihatin (ikut merasakan sakit) terhadap penderitaan yang dialami umatnya dan sangat menginginkan (kebahagiaan) bagi umatnya…..”

KH. Abdullah Wasi’an telah berpulang ke haribaan Allah. Tidak ada satupun media cetak yang terbit di Jawa Timur memberi perhatian dan mengkhabarkan wafatnya “guru besar” perbandingan agama ini. Hanya pesan-pesan pendek di jaringan GSM dan CDMA yang beredar luas; mengajak memanjatkan doa dan Shalat Ghaib, agar Allah melimpahkan rahmad, dan maghfirah untuk Almarhum dan berharap agar meneladani semangatnya dan meneruskan dakwah dan perjuangannya di jalan Allah.

Sumber:
Suara Islam Online
suara-islam dot com /news/berita/nasional/2017-kh-abdullah-wasian-sampai-lanjut-usia-tetap-semangat-berdakwah

Sunday, February 6, 2011

Khoirul Abduh Terpilih Ketua Pemuda Muhammadiyah Jatim

Surabaya - Mochammad Khoirul Abduh terpilih sebagai Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Jawa Timur setelah dalam musyawarah wilayah XIV di Asrama Haji Surabaya mampu mengungguli para pesaingnya.

Wakil Ketua PWPM Jatim tersebut memimpin perolehan suara dengan meraih 254 suara dari 487 peserta yang menggunakan hak pilihnya.

"Karena meraih suara terbanyak, maka Khoirul Abduh secara otomatis terpilih menjadi ketua masa periode 2010-2014," ujar Ketua Panitia Pemilihan, Ali Fauzi, ketika ditemui di Hall Zaitun, Asrama Haji, Minggu dinihari.

Hasil tersebut sempat mengejutkan peserta di arena muswil. Pasalnya, kandidat terkuat, Ali Mu'thi, yang merupakan Sekretaris PWPM serta anggota DPRD Jatim, harus puas berada di urutan kedua dengan hanya meraih 111 suara.

Di samping memilih ketua, lanjut Ali, peserta muswil juga memilih 12 tim formatur yang akan membantu ketua terpilih menyusun kepengurusan selama empat tahun mendatang.

"Posisi formatur tertinggi diraih Agus Mahfud Fauzi. Kemudian, Choirul Anam yang juga anggota KPU Surabaya juga terpilih, dan Ketua PD PM Surabaya Muhammad Jemadi lolos menjadi formatur. Ketiganya didampingi sembilan anggota lainnya yang meraih suara terbanyak dari 61 calon anggota formatur," jelas Kepala SMP Muhammadiyah 15 Surabaya tersebut.

SUmber:
Antara Jawa Timur
www dot antarajatim dot com /lihat/berita/54881/khoirul-abduh-terpilih-ketua-pemuda-muhammadiyah-jatim

Hasil pemilihan MUSYWIL PW PEMUDA MUHAMMADIYAH JATIM KE-14

Hasil pemilihan
MUSYAWARAH WILAYAH KE-14 (2010-2014)
PIMPINAN WILAYAH PEMUDA MUHAMMADIYAH JAWA TIMUR

Ketua umum:
Muh.Koirul Abduh: 254

Formatur:

(1) M. Agus Mahfud 245
(2) Choirul Anam 226
(3) Ali Fauzi 224
(4) M Sobri 218
(5) M Jemadi 208
(6) Alfi Nur H 206
(7) Sholikh Huda 186
(8) Hazim Hamid 184
(9) Dima Akhyar 178
(10) Ahad Abdul Jalil 160
(11) Abdul Azis 151
(12) Andik Joko 149

Saturday, February 5, 2011

Lima Calon Ramaikan Muswil Pemuda Muhammadiyah Jatim

Surabaya - Lima calon Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Jawa Timur berebut simpati dan dukungan dari peserta musyawarah wilayah yang digelar di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, Sabtu.

Kelimanya adalah Ali Mu'ti (Sekretaris PWPM yang juga anggota DPRD Jatim), Mochammad Choirul Abduh (wakil ketua PWPM), Agus Mahfudz (wakil sekretaris PWPM), Sufiyanto (wakil bendahara PWPM), dan Murtadlo (wakil sekretaris).

"Semua calon memiliki peluang sama untuk menang, dan tidak ada yang menonjol. Kami sebagai pimpinan lama juga tidak akan mengintervensi siapapun," ujar Ketua PWPM Jatim saat ini, Suli Daim.

Para calon akan dipilih oleh sekitar 567 peserta yang hadir dari utusan masing - masing pimpinan cabang dan pimpinan daerah se-Jatim dengan menggunakan sistem "e-voting" melalui 10 bilik suara yang disediakan panitia.

Muswil dibuka secara langsung oleh Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dengan didampingi Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin dan Ketua PW Muhammadiyah Jatim Thohir Luth.

"Semoga Muswil PWPM Jatim bisa memilih ketua dan pengurusnya serta menghasilkan rekomendasi yang berkualitas untuk kemajuan organisasi maupun pemerintahan," tutur Gus Ipul yang menandai pembukaan muswil dengan memukul gong.

Sementara itu, Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin berpesan kepada peserta muswil agar membentuk kemandirian Muhammadiyah.

"Sebelum berbicara tentang kemandirian bangsa, maka kalian harus lebih fokus kepada kemandirian Muhammadiyah, terutama dalam sendi-sendi perekonomian," katanya.

Sumber:
Antara News jawa Timur
antarajatim dot com /lihat/berita/54848/lima-calon-ramaikan-muswil-pemuda-muhammadiyah-jatim

Din Tak Persoalkan Gerakan Anti-dirinya

Surabaya (ANTARA News) - Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin tak mempersoalkan munculnya gerakan anti dirinya, yakni "Gadis" (Gerakan Anti Din Syamsuddin).

"Saya tak masalah dengan munculnya gerakan itu dan tetap jalan terus," ujarnya di sela-sela Musyawarah Wilayah (Muswil) Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Jawa Timur di Surabaya, Sabtu.

Tentang gerakan lintas agama yang didirikannya bersama tokoh lainnya, pria kelahiran Sumbawa Besar tersebut mengaku masih akan terus menyuarakan dan terus mengingatkan pemerintah.

"Kami juga telah menggelar pertemuan dengan forum rektor dan membahasnya semua. Yang jelas kami tidak akan menghentikannya, karena bagi kami ini berhubungan dengan rakyat," tuturnya.

Disinggung apakah tokoh lintas agama akan menggelar pertemuan lagi dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Din dengan tegas mengelaknya.

Hanya saja, lanjut dia, jika ada inisiatif dari presiden untuk menemuinya, maka pihaknya akan menerima dan bersama-sama membicarakan serta mencari solusi mengatasi persoalan negara.

Din juga meminta kepada pemerintah agar terus bekerja membangkitkan kinerjanya mencari solusi untuk menghilangkan kemiskinan dan tidak semakin terjebak ekonomi luar negeri.

"Tidak malah mengalihkan perhatian publik dengan menggulirkan isu perseorangan yang bersifat nasional. Mari kita bersama-sama bekerja demi kemajuan negeri ini," papar Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat itu.

Sebelumnya, tokoh lintas-agama menilai pemerintah masih belum maksimal dalam pengentasan kemiskinan dan pemberantasan korupsi.(*)

Sumber:
Antara News Jawa Timur
www dot antarajatim dot com /lihat/berita/54867/din-syamsuddin-tak-permasalahkan-gerakan-anti-dirinya

Musywil Pemuda Muhammadiyah Dibuka GUS IPUL dan DIN SYAMSUDIN

suarasurabaya.net| DIN SYAMSUDDIN Ketua Umum PP Muhammadiyah membuka Musyawarah Wilayah XIV PW Pemuda Muhammadiyah di Asrama Haji Sukolilo Surabaya, Sabtu (05/02).

Pembukaan ditandai dengan pemukulan gong oleh SAIFULLAH YUSUF Wakil Gubernur Jawa Timur di Hall Zaitun Asrama Haji. Sebelumnya, GUS IPUL memberikan sambutan di hadapan peserta Musywil.

Musywil tahun ini mengagendakan pemilihan ketua PW PM Jawa Timur. Mereka diantaranya ALI MU'TI Wakil Ketua PW PM Jatim yang juga anggota DPRD Jatim, MOCH CHOIRUL ABDUH Wakil Ketua PW PM Jatim, AGUS MAHFUDZ Wakil Sekretaris PW PM Jatim sekaligus anggota KPU Jatim, SUFIYANTO Wakil Bendahara PW PM Jatim dan MURTADLO Wakil Sekretaris PW PM Jatim.

Ditemui usai membuka Musywil, DIN mengingatkan Indonesia tengah menghadapi gejala gagal. "Peringkatnya sedikit lagi jadi negara yang gagal. Ini yang harus diselamatkan. Ini yang harus disampaikan," ujarnya.

Penyelenggaraan Musywil akan berlangsung 2 hari, 5-6 Februari 2011. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh Pemuda Muhammadiyah wilayah Jawa Timur.(git)


Sumber:
Suara Surabaya
www dot suarasurabaya dot net /v05/kelanakota/?id=0e9ab2e1f82c0cc3d892d480f92cb43d201188497

Din Syamsuddin: Krisis Mesir Pelajaran Bagi Penguasa

urabaya - Krisis politik dan unjuk rasa menentang pemerintahan yang terjadi di Mesir diharapkan tidak menular di Indonesia.

Ini disampaikan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin ketika ditemui di Surabaya, Sabtu. Menurut dia, apa yang terjadi di Mesir merupakan pelajaran bagi pemimpin manapun.

"Ini pelajaran bagi penguasa manapun agar benar-benar memperhatikan aspirasi rakyatnya," tegas Din, yang juga Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia tersebut.

Ia juga berharap agar insiden dan aksi yang terjadi di Mesir tidak tertular di Indonesia. Pihaknya berjanji akan mengawal dan kehidupan bangsa ini agar tidak terjadi hal - hal yang tidak diinginkan.

"Muhammadiyah dan ormas - ormas lainnya yang akan mengawal bangsa ini agar tidak terjadi insiden dan tidak terjebak dalam krisis politik bangsa," jelas lulusan "University of California at Los Angeles" (UCLA), Amerika Serikat (AS) itu.

SUmber:
Antara News Jawa Timur
www dot antarajatim dot com /lihat/berita/54869/din-syamsuddin-krisis-mesir-pelajaran-bagi-penguasa

Tuesday, November 16, 2010

Guru dan Siswa di Jatim Diberi Kelonggaran Tunaikan Sholat Idul Adha

REPUBLIKA.CO.ID,SURABAYA--Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur (Jatim), Harun, mengatakan bahwa tak ada edaran khusus yang dikeluarkannya terkait perbedaan pelaksanaan Idul Adha 1431 Hijriah. Karena Muhammadiyah dan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) melaksanakan shalat Idul Adha pada Selasa (16/11), sedangkan pemerintah dan Nahdlatul Ulama (NU) pada Rabu (17/11).

Harun menegaskan, permasalahan yang muncul adalah jika guru maupun siswa melaksanakan shalat Idul Adha, besok. Karena jam kerja maupun sekolah masih aktif. Untuk yang merayakan Rabu, ungkapnya, tak ada masalah sebab oleh pemerintah ditetapkan menjadi hari libur.

Mantan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jatim tersebut menyebut bahwa otonomi pendidikan membuat pihaknya tak bisa mengintervensi kepala sekolah untuk memberikan dispensasi khusus jika ada guru maupun siswa yang akan menjalankan shalat Idul Adha, tak mengikuti ketetapan pemerintah.


Sunday, November 14, 2010

Muhammadiyah Jatim Kirim Ikan Asin untuk Korban Merapi

REPUBLIKA.CO.ID,MALANG--Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur mengirimkan lima kuintal ikan asin untuk para korban bencana Gunung Merapi sebagai lauk pauk tambahan. Pengurus PWM Jatim Dr Muhajir Effendi, mengatakan di Malang, Sabtu, pengiriman ikan asin tersebut dilakukan karena bantuan mie instan dan beras di lokasi pengungsian sudah melimpah. "Karena bantuan mie instan dan berasnya sudah melimpah, kami mengirim ikan asin sebagai lauk pauk. Apalagi, informasi dari lokasi pengungsian menyebutkan bahwa pengungsi masih kekurangan lauk pauk," katanya.

Menurut dia, pengiriman ikan asin tersebut menjadi prioritas utama termasuk pembalut wanita yang menjadi kebutuhan mendesak kaum perempuan di lokasi pengungsian. Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) itu mengatakan, pengiriman relawan tim medis baik dokter maupun paramedis tetap di bawah koordinasi PWM dan dilakukan secara bergilir dari beberapa daerah.

Sebelumnya ketika terjadi bencana tsunami di Aceh, gempa di Yogyakarta dan Padang, pihaknya juga mengirimkan relawan dari Fakultas Psikologi untuk mendampingi korban bencana dalam menghilangkan trauma dan mengembalikan kepercayaan pascabencana. Untuk membantu para korban bencana Gunung Merapi ini, katanya, pihaknya juga telah mendirikan posko tetap di Yogyakarta, Sleman, Klaten, dan Boyolali. Hanya saja posko-posko tersebut juga tetap di bawah kendali PWM Jatim.

Saturday, November 13, 2010

Soekarwo Tolak Permintaan Muhammadiyah

Surabaya - Gubernur Jawa Timur Soekarwo menolak permintaan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) setempat untuk menetapkan tanggal 16 November 2010 sebagai hari libur guna memberi kesempatan kepada warga Muhammadiyah menunaikan Shalat Idul Adha.

"Kalau mau shalat Id silakan, tapi setelah itu harus masuk kerja seperti biasa," katanya di Surabaya, Jumat.

Ia menegaskan bahwa pemerintah telah menetapkan Hari Raya Idul Adha jatuh pada tanggal 17 November 2010, sehingga tidak ada hari libur lebaran selain tanggal tersebut.

Muhammadiyah Jatim Minta Pemerintah Liburkan Selasa

Surabaya - Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur meminta kepada pemerintah provinsi untuk meliburkan hari Selasa (16/11), atau bersamaan dengan perayaan Idul Adha versi Muhammadiyah.

Sekretaris PWM Jatim Nadjib Hamid di Surabaya, Jumat, mengartakan, pihaknya akan menemui Gubernur Jatim Soekarwo untuk meliburkan hari Selasa, dan memberikan kesempatan kepada warganya shalat id.

"Kami berharap gubernur bisa memberikan kesempatan itu. Dengan demikian, warga bisa tenang menjalankan shalat id dan tidak dikejar-kejar jam waktu masuk kantor," ujarnya di Surabaya, Jumat.

Warga Muhammadiyah di Jatim Tidak Diberikan Izin Libur Idul Adha

Surabaya - Gubernur Jatim, Soekarwo tidak akan memberikan izin libur bagi warga Muhammadiyah yang merayakan hari Raya Idul Adha 1431 H pada tanggal 16 November 2010, lebih cepat dari keputusan pemerintah. Gubernur hanya akan memberikan izin terlambat.

"Kalau mau Salat Id silahkan. Dan datang terlambat asal ada izin. Kalau libur tidak bisa," katanya kepada wartawan di Gedung Grahadi, Jalan Gubernur Suryo, Surabaya, Jumat (12/11/2010).

Meski begitu, mantan Sekdaprov ini juga mengaku tidak keberatan jika warga Muhammadiyah merayakan Idul Adha sehari lebih cepat dari pemerintah.

PW Muhammadiyah Jatim Legowo Tidak Diberi Izin Libur Idul Adha

Surabaya - Pengurus Wilayah (PW) Muhammadiyah Jawa Timur legowo dengan keputusan Gubernur Jatim yang hanya memberikan izin datang terlambat pada saat hari Raya Idul Adha, 16 November 2010. Namun, keputusan tersebut sebaiknya diberikan secara tertulis.

"Alhamdulillah kalau begitu. Yang penting orang dalam beribadah bisa khusyuk, tidak grusa grusu dan pekerjaan tetap bisa dilakukan serta tidak terbengkelai," kata Sekretaris PW Muhamammadiyah Jatim, Nadjib Hamid, saat dihubungi detiksurabaya.com, Jumat (12/11/2010).

Nadjib berharap, izin datang terlambat yang diberikan oleh Gubernur Jatim, Soekarwo, lebih dari 1 jam. "Ya kalau masih mungkin bisa ditunda 1-2 jam untuk masuk kerjanya," harapnya.

Gubernur Jatim Tolak Permintaan Muhammadiyah soal Libur Idul Adha

Surabaya (ANTARA News) - Gubernur Jawa Timur Soekarwo menolak permintaan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah setempat untuk menetapkan tanggal 16 November 2010 sebagai hari libur guna memberikan kesempatan kepada warga Muhammadiyah menunaikan shalat Idul Adha.

"Kalau mau shalat Id silakan, tapi setelah itu harus masuk kerja seperti biasa," kata Gubernur di Surabaya, Jumat.

Ia menegaskan bahwa pemerintah telah menetapkan Hari Raya Idul Adha jatuh pada tanggal 17 November 2010 sehingga tidak ada hari libur lebaran selain tanggal tersebut.

Muhammadiyah Lobi Gubernur Liburkan 16 November

Surabaya (beritajatim.com) - Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jatim saat ini berupaya agar pada Selasa (16/11/2010) bisa menjadi hari libur Idul Adha. Untuk itu, pengurus akan menemui Gubernur Jatim Soekarwo, Jumat (12/11/2010) hari ini agar mau mengeluarkan kebijakan tersebut. Muhammadiyah memang berbeda dalam merayakan Idul Adha, karena pemerintah dan NU telah memutuskan pada 17 November 2010.

Sekretaris PWM Jatim Nadjib Hamid melalui pesan singkat yang dikirimkan ke beritajatim.com mengatakan, permintaan kepada gubernur itu untuk memberi keleluasaan umat Muhammadiyah yang melaksanakan shalat pada 16 November. "Jika memang gubernur tidak bisa meliburkan pada tanggal 16 November, mungkin bisa dengan menunda jam masuk dan jam pulang kerja bagi PNS, karyawan swasta dan siswa sekolah di Jatim. Bisa diundur satu sampai dua jam," tuturnya.

Jika kedua opsi itu sulit diwujudkan gubernur, PWM Jatim meminta panitia shalat Idul Adha agar memulai shalat lebih pagi dan khutbahnya lebih singkat. Sehingga ini masih memungkinkan para PNS dan siswa sekolah negeri tetap bisa masuk dan beraktifitas seperti biasanya. "Kami harap gubernur bisa mengabulkan permintaan Muhammadiyah untuk meliburkan 16 November 2010," imbuhnya.

Thursday, November 4, 2010

Muhammadiyah Blitar Kirim 60.000 Telur ke Sleman

Surabaya - Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Blitar, Jawa Timur, mengirimkan bantuan 4 ton atau sekitar 60.000 butir telur untuk membantu korban Gunung Merapi di wilayah Kabupaten Sleman, Yogyakarta.

"Bantuan itu sudah dikirim pada hari Selasa (2/11) malam bersama 60 lembar tikar lipat. Semoga bermanfaat," kata Sekretaris PW Muhammadiyah Jatim H Nadjib Hamid S.Sos kepada ANTARA di Surabaya, Rabu.

Ia mengaku fungsionaris PDM Kabupaten Blitar Aziz yang berada di Sleman menyerahkan bantuan itu melaporkan bantuan itu sudah tiba di Sleman pada Rabu (3/11) pagi.

Saturday, October 30, 2010

PWM Ingin Jalin Kerjasama Studi Formulasi dengan China

suarasurabaya.net| Setelah 9 hari berada di China dan berkunjung ke sejumlah masjid, makam, dan museum Islam, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur merasa perlu menjalin kerjasama studi formulasi dengan China.

”Kita jadi tahu Islam di China bukan islam aktual. Islam di china hanya sejarah. Jejak-jejak yang ditunjukkan itu jejak masa lalu, dan tidak terlalu tidak nyata di jaman sekarang ini. Semua yang berkaitan dengan jejak Islam dikomersialkan yang dikemas dengan wisata religi, dan dijadikan komoditas ekonomi. Seperti makam SAAD BIN ABI WAQQASH, sahabat Nabi Muhammad di Quanzhou. Begitu juga sejumlah masjid yang aktual di Yinchuan, dan Xian dijadikan salah satu ikon pariwisata,” kata NADJIB HAMID, MSi, Sekretaris PW Muhammadiyah Jawa Timur pada suarasurabaya.net, di sela kunjungannya ke China, 18-26 Oktober 2010.

”Tantangan kita, untuk mengaktualkan Islam di sini (China—Red). Sehingga Islam di China tidak hanyasebagai sejarah, hanya peninggalan masa lalu semata. Greget beragama relegius tidak tampak. Selanjutnya kami ingin menjalin hubungan kerjasama studi formulasi seperti pertukaran pelajar. Juga pengiriman mubaliq ke China. Karena ini antar negara harus ada political will," kata NADJIB HABID.

Tuesday, October 26, 2010

Muhammadiyah Jatim Tetapkan Idul Adha 16 November

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA--Pimpinan Wilayah (PW) Muhammadiyah Jawa Timur sudah menetapkan bahwa Hari Raya Idul Adha 10 Dzulhijjah tiba pada Selasa, 16 November 2010. Sekretaris PW Muhammadiyah Jatim Nadjib Hamid menjelaskan, kepastian ini didapat setelah pihaknya memperoleh Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 05/MLM/I.0/2010.

"Dalam maklumat tersebut ditetapkan pada Minggu, 1 Dzulhijjah jatuh pada 7 November 2010. Ini karena pada saat ijtimak 29 Dhulqo'idah jatuh pada Sabtu, 6 November 2010 pukul 11.53.04 WIB. Tinggi hilal pada saat matahari terbenam di Yogyakarta 01 derajat 34 menit 23 detik. Selain itu, Hilal sudah wujud di Tanjung Kodok, tinggi hilal 01 derajat 27 menit, 26.11 detik," kata Nadjib di Surabaya, Senin.

Dengan demikian, lanjut dia, maka pelaksaan Hari Raya Idul Adha jatuh pada 16 November. Sedangkan Hari Arafah 9 Dzulhijjah, tepat sehari sebelumnya, atau 15 November 2010. "Maklumat ini sudah disebarkan ke semua pimpinan wilayah serta pimpinan daerah dan diteruskan ke seluruh pimpinan cabang maupun ranting Muhammadiyah se-Indonesia," tukas Nadjib.